03 July 2013

Ternyata Pahitnya Kopi Bisa Mencegah Penyakit Kencing Manis

Ternyata Pahitnya Kopi Bisa Mencegah Penyakit Kencing Manis



img



Tak sekedar menghangatkan suasana pagi hari, secangkir kopi juga bermanfaat bagi kesehatan. Jika selama ini lebih banyak dikaitkan dengan kesehatan jantung, kini kopi juga terbukti bermanfaat untuk mencegah kencing manis atau diabetes.

Manfaat kopi dalam mengurangi risiko diabetes sebenarnya sudah dikenal lama, meski secara pasti mekanismenya belum diketahui. Kini sebuah penelitian terbaru di Huazhong University of Science and Technology kembali menguatkan dugaan tersebut.

Dalam penelitian yang juga dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tersebut terungkap, konsumsi 4 cangkir kopi setiap hari bisa mengurangi risiko diabetes hingga 50 persen. Tiap penambahan 1 cangkir kopi, risiko kembali berkurang 7 persen.

Menurut para peneliti, sedikitnya ada 3 kandungan senyawa alami yang terkandung didalam kopi dan berkhasiat mengurangi risiko diabetes. Seperti dikutip dari WebMD, ketiganya adalah kafein itu sendiri, asam kafeat dan asam klorogenik.

Risiko diabetes atau kencing manis yang bisa dikurangi melalui konsumsi kopi adalah diabetes melitus tipe-2 (DM Tipe-2). Tipe diabetes ini paling banyak ditemukan, jumlahnya sekitar 90-95 persen dari total seluruh pengidap diabetes termasuk yang tipe 1.

Diabetes tipe 2 pada umumnya diderita oleh orang dewasa, meski kadang-kadang anak-anak juga bisa mengidapnya. Jika diabetes tipe 1 biasanya diperoleh sebagai kelainan bawaan sejak lahir, diabetes tipe 2 lebih banyak disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Pada diabetes tipe ini, kemampuan tubuh untuk mengolah gula berkurang atau bahkan tidak berfungsi sama sekali sehingga kadar gula dalam darah menumpuk. Kompilasi dari gangguan ini cukup beragam, mulai dari gagal ginjal, kerusakan retina mata serta impotensi pada laki-laki.

Read More..

7 Manfaat Mandi Pagi

7 Manfaat Mandi Pagi


Rutinitas yang padat sehari-hari menuntut kita senantiasa aktif dan produktif. Untuk itu, diperlukan kondisi tubuh yang segar dan prima agar kita bisa menjalankan berbagai aktivitas sepanjang hari. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membuat tubuh menjadi lebih segar dan tetap prima adalah dengan mandi pagi. Saya yakin kamu semua melakukan kebiasaan ini setiap hari bukan. Memang terkesan sepele namun sangat berguna dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh manusia.


Menurut beberapa penelitian, sebaiknya manusia membiasakan diri untuk mandi pagi setiap hari dengan air dingin. Mandi pagi dengan air dingin tidak hanya bertujuan untuk membersihkan badan saja loh. Ternyata kebiasaan ini memiliki banyak manfaat lainnya yang berguna bagi kesehatan manusia. 

Berikut 7 manfaat mandi pagi dengan air dingin yang perlu kamu ketahui :


1. Mandi pagi mampu melancarkan peredaran darah


Menurut hasil penelitian sebuah lembaga riset trombosit di Inggris, jika seseorang sering mandi pagi dengan air dingin, maka peredaran darahnya akan menjadi lebih lancar. Tubuh juga akan terasa lebih segar dan bugar.Hal ini tentu akan sangat berguna sebagai bekal kita untuk menjalani kegiatan sehari-hari.


2. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan sel darah putih


Masih menurut hasil studi di Inggris, mandi dengan air dingin akan meningkatkan sel darah putih dalam tubuh. Bila sel darah putih dalam tubuh meningkat, maka daya tahan dan kemampuan tubuh dalam melawan virus pun akan semakin meningkat. Manfaat positifnya tubuh akan menjadi lebih prima dan tidak mudah sakit karena daya tahan tubuh selalu terjaga dengan baik.


3. Mandi dengan air dingin bisa menurunkan resiko darah tinggi


Menurut Frederic Premji, seorang hipnoterapis dari The American Board of Hypnotherapy, mandi air dingin akan menurunkan resiko timbulnya darah tinggi, varises dan mengerasnya pembuluh darah. Hal ini disebabkan karena mandi air dingin akan melancarkan seluruh sirkulasi darah ke organ-organ tubuh.

4. Mandi dengan air dingin dapat meningkatkan kesuburan


Mandi pagi dengan air dingin memiliki efek positif bagi kesehatan reproduksi manusia. Manfaatnya yaitu untuk meningkatkan produksi hormone testosterone pada pria dan hormone estrogen pada wanita. Akibatnya, kesuburan dan gairah seksual pun akan semakin meningkat.


5. Mandi pagi memperbaiki kesehatan jaringan tubuh


Kebiasaan mandi pagi dengan air dingin setiap hari berdampak positif juga pada kesehatan jaringan tubuh manusia. Dengan kebiasaan ini, jaringan kulit akan semakin membaik, kulit tidak kering dan menjadi lebih kenyal. Mandi dengan air dingin juga mampu mengurangi noda dan lingkaran hitam pada bagian bawah mata. Sehingga, kesegaran wajah akan semakin terpancar. Sebaliknya bila mandi dengan air hangat, maka kulit lebih mudah keriput dan kurang kenyal.Selain itu, mandi dengan air dingin juga berdampak positif pada jaringan kuku. Kuku pun akan menjadi lebih sehat, kuat dan tidak mudah retak.


6. Mandi pagi dengan air dingin dapat membuat rambut lebih sehat


Apa sih yang terjadi pada rambut bila dibilas dengan air dingin? Ternyata air dingin bisa menutupi kutikula rambut, sehingga mampu mengurangi kerontokan. Rambut pun akan lebih terlindungi dari kotoran-kotoran yang biasanya menempel pada kulit kepala. Dengan demikian rambut akan menjadi lebih sehat dan kuat.


7. Mandi air dingin berkhasiat meredakan depresi


Ritual mandi pagi dengan air dingin biasa dilakukan oleh para pejuang samurai Jepang tempo dulu. Ritual ini biasa disebut misogi dalam bahasa Jepang. Kebiasaan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa sehingga pikiran menjadi lebih tenang dan bisa menjalani hari-hari dengan penuh semangat.Namun, terlepas dari ritual yang biasa dilakukan orang Jepang tersbut, rasanya memang logis ya bila mandi air dingin bisa berefek meredakan depresi dan stress. Coba bayangkan bila kita sedang suntuk, dalam keadaan tegang atau depresi karena sesuatu hal, setelah kita mandi maka tubuh akan terasa lebih segar, pikiran menjadi lebih tenang, jernih, dan lebih rileks ya kan.

Read More..

20 Penyakit dan Makanan yang Harus Dipantang

20 Penyakit dan Makanan yang Harus Dipantang


Makanan membuat manusia bertahan hidup. Namun makanan juga menjadi musuh jika seseorang menderita penyakit. Menghindari makanan yang dipantangkan adalah cara terbaik yang dapat dilakukan penderita berbagai macam penyakit.

Menjauh dari makanan yang dipantangkan adalah langkah pencegahan agar penyakit yang diderita tak sering-sering kambuh yang bisa menggangu aktifitas sehari-hari.

Berikut adalah jenis penyakit dan pantangannya, seperti dikutip dari eHow dan BBCNews, healthandage :

  1. Jantung
    Hindari makanan yang berlemak, seperti daging, jeroan, minyak santan serta makanan yang mengandung banyak garam.

  2. Hepatitis A
    Hindari buah-buahan dan sayuran mentah, terutama yang tidak bisa dikupas. Hindari kerang mentah, tiram, remis, mayones, keju, krim, yogurt dan hindari makan ikan dari perairan yang berpotensi terkontaminasi.

  3. Anemia
    Kurangi konsumsi kafein dan alkohol karena bisa mengikat darah. Makan makanan yang kaya zat besi seperti apel, pisang, aprikot, plum, asparagus, labu, ubi rambat, brokoli dan sayuran berdaun hijau, daging merah, tahu dan biji-bijian.

  4. Diabetes
    Hindari konsumsi makanan yang mengandung gula, tepung dan tinggi karbohidat. Juga hindari buah-buahan seperti durian, air kelapa, pisang ambon.

  5. Kanker
    Hindari makanan yang banyak mengandung akrilamida, yang terdapat pada makanan yang dipanggang dan digoreng seperti kentang goreng, keripik, roti goreng, biskuit, kerupuk dan sarapan sereal.

  6. Liver
    Hindari makanan yang mengandung banyak protein seperti daging, susu, kacang-kacangan, dan produk kedelai. Juga hindari makanan yang mengandung banyak garam.

  7. Asma
    Hindari makanan yang menyebabkan produksi lendir berlebih seperti susu, keju dan produk susu lainnya, gula putih, tepung putih, roti putih dan coklat. Hindari juga makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi seperti telur, susu, gandum, ikan, kerang, kacang-kacangan, kedelai dan kacang tanah, serta makanan yang mengandung sulfida seperti acar, sayuran dan buah-buahan kering, dan udang.

  8. Maag
    Hindari konsumsi kafein, makanan pedas, makanan pedas seperti daging dan jeroan, minuman berkarbonasi, susu, jeruk, dan tomat.

  9. Migrain
    Hindari konsumsi rokok, minuman beralkohol, kopi, cokelat dan produk-produk cokelat, teh hitam dan hijau dan minuman ringan. Hindari juga makanan dengan bahan pengawet dan aditif seperti MSG ((monosodium glutamat), kaldu ekstrak, atau produk protein nabati terhidrolisis dengan label yang menyebutkan "rasa alami".

  10. Wasir
    Jangan makan makanan yang bersifat panas dan mengandung lemak (penyebab sembelit) seperti makanan pedas, daging, jeroan, dan juga junk food. Makanlah makanan yang mengandung banyak serat, seperti sayuran, roti gandum, buah, sereal, dan kacang-kacangan.

  11. Sinusitis
    Hindari makanan yang digoreng, tepung makanan, gula putih, tepung terigu, beras, pai, rempah-rempah yang kuat, daging dan produk daging.

  12. Autis
    Hindari makanan yang mengandung protein gluten seperti gandum, oat, barley, makanan kasein pada susu, pancake, pemanis buatan.

  13. Rematik
    Hindari makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging dan produk daging, kerupuk jengkol, mentega, krim, sosis, daging ham, telur, dan semua produk susu.

  14. Tifus
    Hindari makanan berserat tinggi seperti gandum utuh dan biji-bijian. Juga hindari kacang mete mentah, kubis, paprika, lobak, bawang putih, bawang merah, rempah, acar, makanan yang digoreng, daging, semua jenis buah-buahan mentah kecuali pisang dan pepaya.

  15. Malaria
    Makanan yang harus dihindari adalah kopi, teh kental, makanan olahan, saus, bumbu masak, acar, gula, tepung putih, minuman beralkohol, dan semua produk daging.

  16. Keputihan
    Hindari makanan yang dapat merangsang lendir seperti nanas, ketimun, telur, dan udang.

  17. Osteoporosis
    Hindari makanan berlemak seperti daging, susu, santan, margarin, hotdog, hamburger, kopi dan minuman berkafein, coklat, dan minuman berkarbonasi.

  18. Epilepsi
    Hindari makanan yang mengandung glutamin (asam amino yang dapat menyebabkan serangan epilepsi) seperti biji-bijian, gandum, oat, susu yang kadar glutamin tinggi, kacang-kacangan, kedelai, dan produk daging terutama daging kelinci.

  19. Demam Berdarah
    Hindari makanan cepat saji (junk food), makanan berlemak seperti daging, santan, susu tinggi lemak. Perbanyak konsumsi buah dan air putih.

  20. Prostat
    Hindari minuman berkafein seperti kopi, makanan pedas, makanan lemak terutama daging merah, dan juga alkohol.

Read More..

01 July 2013

OKSIGEN

OKSIGEN


Kebutuhan Oksigenasi

Oksigen (O2) merupakan salah satu komponen gas dan unsure vital dalam proses metabolisme, untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel tubuh. Secara normal elemen ini iperoleh dengan cara menghirup udara ruangan dalam setiap kali bernafas. Penyampaian O2 ke jaringan tubuh ditentukan oleh interaksi system respirasi, kardiovaskuler dan keadaan hematologis. Adanya kekurangan O2 ditandai dengan keadaan hipoksia, yang dalam proses lanjut dapat menyebabkan kematian jaringan bahkan dapat mengancam kehidupan. Klien dalam situasi demikian mengharapkan kompetensi perawat dalaam mengenal keadaan hipoksemia dengan segera untuk mengatasi masalah. Pemberian terapi O2 dalam asuhan keperawatan, memerlukan dasar pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi masuknya O2 dari atmosfir hingga sampai ke tingkat sel melalui alveoli paru dalam proses respirasi. Berdasarkan hal tersebut maka perawat harus memahami indikasi pemberian O2, metode pemberian O2 dan bahaya-bahaya pemberian O2.

SALURAN PERNAFASAN


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIVKFzQQW6MZXZc0EaQgAxxNAb1vrQMhqzyoz7OmuEDhoRql7HA4-N6fBuGh6EpMbOEtSllGEpWOZqHN-OSc3U7JKOn1ft7AOTZ8JlZSua2UWU_WCWNxqpQm6BxOwHfwJUfhjjRVbtl5Wt/s1600/pernafasan1.jpg


A. SALURAN PERNAFASAN ATAS

Fungsi : menyaring, menghangatkan dan melembabkan udara yang dihirup.
Terdiri dari : hidung, faring, laring, epiglotis.

B. SALURAN PERNAPASAN BAWAH

Fungsi :
- menghangatkan udara
- membersihkan mukuosa cilliary
- memproduksi surfactan
Terdiri dari : Trachea, bronchus, paru

PERUBAHAN POLA NAPAS

Respirasi normal ( eupnea ) : diam, ritmic, dan sedikit usaha.

Tachypnea

Napas yang cepat, dijumpai pada demam, asidosis metabolik, nyeri, hipercapnea, anoxemia (penurunan O2 dalam darah).

Bradypnea
Napas yang lambat, dijumpai pada pasien yang mendapat morphie sulfat (penyebab depresi respirasi), asidosis metabolik, dan pasien dengan PTIK (peningkatan tekanan intrakranial, injuri otak).

Hyperventilasi

Jumlah udara dalam paru berlebihan. Sering disebut hyperventilasi alveoli, sebab jumlah udara dalam alveolimelebihi kebutuhan tubuh, yang berarti bahwa CO2 yang dieliminasi lebih dari yang dripoduksi.

Hypoventilasi

Ketidakcukupan ventilasi alveoli (ventilasi tidak mencukupi kebutuhan tubuh). Sehingga CO2 dipertahankan dalam aliran darah. Hypoventilasi dapat terjadi sebagai akibat dari kolaps alveoli, obstruksi jalan napas, atau efek samping dari beberapaobat.


Ritme respirasi abnormal yaitu :

Cheyne Stokes

Bertambah dan berkurangnya ritme respirasi, dari pernapasan lambat dan akhirnya diikuti oleh periode apnea, o.k gagal jantung kongestif, PTIK, dan overdosis obat.n yang sangat dalam,

Kussmaul’s ( hyperventilasi )

Peningkatan kecepatan dan kedalaman napas biasanya lebih dari 20 X per menit. Dijumpai pada asidosis metabolik, dan gagal ginjal.

Apneustic

Henti nafas , pada gangguan sistem saraf pusat
Biot's
Nafas dangkal, mungkin dijumpai pada orang sehat dan klien dengan gangguan sistem saraf pusat. Normalnya bernafas hanya membutuhkan sedikit usaha. Kesulitan bernafas disebut dyspnea. 

TERAPI OKSIGEN


Terapi O2 merupakan salah satu dari terapi pernafasan dalam mempertahankan
okasigenasi jaringan yang adekuat. Secara klinis tujuan utama pemberian O2 adalah :
(1) untuk mengatasi keadaan Hipoksemia sesuai dengan hasil Analisa Gas Darah,
(2) untuk menurunkan kerja nafas dan meurunkan kerja miokard.

Syarat-syarat pemberian O2 meliputi :
(1) Konsentrasi O2 udara inspirasi dapat terkontrol,
(2) Tidak terjadi penumpukan CO2,
(3) mempunyai tahanan jalan nafas yang rendah,
(4) efisien dan ekonomis,
(5) nyaman untuk pasien.

Dalam pemberian terapi O2 perlu diperhatikan “Humidification”. Hal ini penting diperhatikan oleh karena udara yang normal dihirup telah mengalami humidfikasi sedangkan O2 yang diperoleh dari sumber O2 (Tabung) merupakan udara kering yang belum terhumidifikasi, humidifikasi yang adekuat dapat mencegah komplikasi pada pernafasan.


INDIKASI PEMBERIAN O2

Indikasi utama pemberian O2 ini adalah sebagai berikut :
(1) Klien dengan kadar O2 arteri rendah dari hasil analisa gas darah,
(2) Klien dengan peningkatan kerja napas, dimana tubuh berespon terhadap keadaan hipoksemia melalui peningkatan laju dan dalamnya pernapasan serta adanya kerja otot-otot tambahan pernapasan.
(3) Klien dengan peningkatan kerja miokard, dimana jantung berusaha untuk mengatasi gangguan O2 melalui peningkatan laju pompa jantung yang adekuat.
Berdasarkan indikasi utama diatas maka terapi pemberian O2 dindikasikan kepada klien dengan gejalA : (1) sianosis, (2) hipovolemi, (3) perdarahan, (4) anemia berat, (5) keracunan CO, (6) asidosis, (7) selama dan sesudah pembedahan, (8) klien dengan keadaan tidak sadar.

METODE PEMBERIAN O2

Metode pemberian O2 dapat dibagi atas 2 tehnik, yaitu :

1. Sistem Aliran Rendah

Tehnik sistem aliran rendah diberikan untuk menambah konsentrasi udara ruangan. Tehnik ini menghasilkan FiO2 yang bervariasi tergantung pada tipe pernafasan dengan patokan volume tidal pasien. Pemberian O2 sistem aliran rendah ini ditujukan untuk klien yang memerlukan O2 tetapi masih mampu bernafas dengan pola pernafasan normal, misalnya klien dengan Volume Tidal 500 ml dengan kecepatan pernafasan 16 – 20 kali permenit. Contoh sIstem aliran rendah ini adalah : (1) kateter nasal, (2) kanula nasal, (3) sungkup muka sederhana, (4) sungkup muka dengan kantong rebreathing, (5) sungkup muka dengan kantong non rebreathing.

Keuntungan dan kerugian dari masing-masing sistem :

a. Kanula nasal 

Merupakan suatu alat sederhana yang dapat memberikan O2 kontinu dengan aliran 1 – 6 L/mnt dengan konsentrasi O2 sama dengan kateter nasal.
 http://intranet.tdmu.edu.te.ua/data/kafedra/internal/i_nurse/lectures_stud/English/BSN%20(4year)%20Program/4%20year/fall%20semester/Nursing%20Care%20of%20Adults%202/03%20Interventions%20for%20Clients%20Requiring%20Oxygen%20Therapy%20or%20Tracheostomy.files/image005.jpg


- Keuntungan
Pemberian O2 stabil dengan volume tidal dan laju pernafasan teratur, mudah memasukkan kanul dibanding kateter, klien bebas makan, bergerak, berbicara, lebih mudah ditolerir klien dan nyaman.

- Kerugian
Tidak dapat memberikan konsentrasi O2 lebih dari 44%, suplai O2 berkurang bila klien bernafas lewat mulut, mudah lepas karena kedalam kanul hanya 1 cm, mengiritasi selaput lendir.

b. Sungkup muka sederhana

Merupakan alat pemberian O2 kontinue atau selang seling 5 – 8 L/mnt dengan konsentrasi O2 40 – 60%.


http://intranet.tdmu.edu.te.ua/data/kafedra/internal/i_nurse/lectures_stud/English/BSN%20(4year)%20Program/4%20year/fall%20semester/Nursing%20Care%20of%20Adults%202/03%20Interventions%20for%20Clients%20Requiring%20Oxygen%20Therapy%20or%20Tracheostomy.files/image007.jpg


- Keuntungan
Konsentrasi O2 yang diberikan lebih tinggi dari kateter atau kanula nasal, system humidifikasi dapat ditingkatkan melalui pemilihan sungkup berlobang besar, dapat digunakan dalam pemberian terapi aerosol.

- Kerugian
Tidak dapat memberikan konsentrasi O2 kurang dari 40%, dapat menyebabkan penumpukan CO2 jika aliran rendah.

c. Sungkup muka dengan kantong rebreathing

Suatu tehinik pemberian O2 dengan konsentrasi tinggi yaitu 60 – 80% dengan aliran 8 – 12 L/mnt


Описание: E:\Ignatavicius\images\31FF5.jpg 


- Keuntungan
Konsentrasi O2 lebih tinggi dari sungkup muka sederhana, tidak mengeringkan selaput lendir

- Kerugian
Tidak dapat memberikan O2 konsentrasi rendah, jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2, kantong O2 bisa terlipat.

d. Sungkup muka dengan kantong non rebreathing


Merupakan teknik pemberian O2 dengan Konsentrasi O2 mencapai 99% dengan aliran 8 – 12 L/mnt dimana udara inspirasi tidak bercampur dengan udara ekspirasi


Описание: E:\Ignatavicius\images\31FF6.jpg


- Keuntungan :
Konsentrasi O2 yang diperoleh dapat mencapi 100%, tidak mengeringkan selaput lendir.

- Kerugian
Kantong O2 bisa terlipat.

2. Sistem Aliran Tinggi

Suatu tehnik pemberian O2 dimana FiO2 lebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh tipe pernafasan, sehingga dengan tehnik ini dapat menambahkan konsentrasi O2 yang lebih tepat dan teratur.
Adapun contoh tehnik system aliran tinggi yaitu sungkup muka dengan ventury.

Prinsip pemberian O2 dengan alat ini yaitu gas yang dialirkan dari tabung akan menuju ke sungkup yang kemudian akan dihimpit untuk mengatur suplai O2 sehingga tercipta tekanan negatif, akibatnya udaraluar dapat diisap dan aliran udara yang dihasilkan lebih banyak. Aliran udara pada alat ini sekitas 4 – 14 L/mnt dengan konsentrasi 30 – 55%.

- Keuntungan
Konsentrasi O2 yang diberikan konstan sesuai dengan petunjuk pada alat dan tidak dipengaruhi perubahan pola nafas terhadap FiO2, suhu dan kelembaban gas dapat dikontrol serta tidak terjadi penumpukan CO2.

- Kerugian
Kerugian system ini pada umumnya hampir sama dengan sungkup muka
yang lain pada aliran rendah.

BAHAYA BAHAYA PEMBERIAN OKSIGEN

Pemberian O2 bukan hanya memberiakan efek terapi tetapi juga dapat menimbulkan
efek merugikan, antara lain :

1. Kebakaran

O2 bukan zat pembakar tetapi O2 dapat memudahkan terjadinya kebakaran, oleh karena itu klein dengan terapi pemberian O2 harus menghindari : Merokok, membukan alat listrik dalam area sumber O2, menghindari
penggunaan listrik tanpa “Ground”.

2. Depresi Ventilasi

Pemberian O2 yang tidak dimonitor dengan konsentrasi dan aliran yang tepat pada klien dengan retensi CO2 dapat menekan ventilasi

3. Keracunan O2

Dapat terjadi bila terapi O2 yang diberikan dengan konsentrasi tinggi dalam waktu relatif lama. Keadaan ini dapat merusak struktur jaringan paru seperti atelektasi dan kerusakan surfaktan. Akibatnya proses difusi di paru akan terganggu

Semoga bermanfaat.
Read More..
Next Prev home

Popular Posts