27 May 2013

Alat Monitor pasien

Alat Monitor pasien 

 




 

A. PENGERTIAN MONITOR PASIEN

Pasien monitor adalah suatu alat yang difungsikan untuk memonitor kondisi fisiologis pasien. Dimana proses monitoring tersebut dilakukan secara real-time, sehingga dapat diketahui kondisi fisiologis pasien pada saat itu juga.
Didalam istilah pasien monitor kita mengetahui beberapa parameter yang diperiksa, parameter itu antara lain adalah :
  • ECG adalah pemeriksaan aktivitas kelistrikan jantung, dalam pemeriksaan ECG ini juga termasuk pemeriksaan “Heart Rate” atau detak jantung pasien dalam satu menit.
  • Respirasi adalah pemeriksaan irama nafas pasien dalam satu menit
  • Saturasi darah / SpO2, adalah kadar oksigen yang ada dalam darah.
  • Tensi / NIBP (Non Invasive Blood Pressure) / Pemeriksaan tekanan darah.
  • Temperature, suhu tubuh pasien yang diperiksa.

    B. PARAMETER MONITOR

    Parameter adalah bagian-bagian fisiologis dari pasien yang diperiksa melalui pasien monitor.
    Jika kita ketahui ada sebuah pasien monitor dengan 5 parameter, maka yang dimaksud dari lima parameter tersebut adalah banyaknya jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan oleh pasien monitor tersebut.

    C. BEBERAPA JENIS MONITOR PASIEN

    • Pasien monitor vital sign, pasien monitor ini bersifat pemeriksaan stándar, yaitu pemeriksaan ECG, Respirasi, Tekanan darah atau NIBP, dan Kadar oksigen dalam darah / saturasi darah / SpO2.
    • Pasien monitor 5 parameter, pasien monitor ini bisa melakukan pemeriksaan seperti ECG, Respirasi, Tekanan darah atau NIBP, kadar oksigen dalam darah / saturasi darah / SpO2, dan Temperatur.
    • Pasien monitor 7 parameter, pasien monitor ini biasanya dipakai diruangan operasi, karena ada satu parameter tambahan yang biasa dipakai pada saat operasi, yaitu “ECG, Respirasi, Tekanan darah atau NIBP (Non Invasive Blood Pressure) , kadar oksigen dalam darah / Saturasi darah / SpO2, temperatur, dan sebagai tambahan adalah IBP (Invasive Blood Pressure) pengukuran tekanan darah melalui pembuluh darah langsung, EtCo2 (End Tidal Co2) yaitu pengukuran kadar karbondioksida dari sistem pernafasan pasien.”

      D. JENIS MONITOR YANG BIASANYA DI GUNAKAN DI RUMAH SAKIT

      Kebanyakan rumah sakit memakai pasien monitor vital sign dan 5 parameter adalah diruangan ICU, UGD, ruang-ruang perawatan, dan beberapa ruang operasi. Sedangkan untuk pasien monitor yang 7 parameter biasanya pemakaian dilakukan di ruang operasi.

      E. KELENGKAPAN/ AKSESORIS DALAM MONITOR PASIEN

      Yang termasuk dalam aksesoris pasien monitor adalah tergantung dari parameter pengukuran yang ada. Seperti ECG, NIBP, SpO2, Temperatur.
      Berikut contoh gambar dari aksesoris pasien monitor yang ada :

      Kabel Monitor  ECG



      Kabel Monitor ECG


      Biasanya terdiri dari 5 elektrode yang terpasang dengan berbagai macam warna.
      elektrode ECG monitor umumnya RA, LA, RL, LL, dan V.


      NIBP :


      Manset NIBP Monitor



      SpO2 :


       Kabel untuk SPO2 Monitor



      Temperatur


      Kabel untuk Temperatur pada kulit (axila)



      Temperatur pada anus (rectal)



      Read More..

      Obat Gawat Darurat (Drugs Management)

      Obat Gawat Darurat (Drugs Management)


       Drug Management



      Tujuan : Untuk mengembalikan fungsi sirkulasi dan mengatasi keadaan gawat darurat lainnya dengan menggunakan obat-obatan

      Perhatian !
      • Pemberian obat-obatan adalah orang yang kompeten di bidangnya (dokter atau tenaga terlatih di bidang gawat darurat)
      • Mengingat banyaknya jenis-jenis kegawatdaruratan, maka pemberian obat yang disebutkan di bawah ini untuk mengatasi kegawatdaruratan secara umum sedangkan dalam menghadapi pasien, kita harus melihat kasus per kasus.

      Jenis-jenis obat :

      1. Epinephrin
      • Indikasi : henti jantung (VF, VT tanpa nadi, asistole, PEA) , bradikardi, reaksi atau syok anfilaktik, hipotensi.
      • Dosis 1 mg iv bolus dapat diulang setiap 3–5 menit, dapat diberikan intratrakeal atau transtrakeal dengan dosis 2–2,5 kali dosis intra vena. Untuk reaksi reaksi atau syok anafilaktik dengan dosis 0,3-0,5 mg sc dapat diulang setiap 15-20 menit. Untuk terapi bradikardi atau hipotensi dapat diberikan epinephrine perinfus dengan dosis 1mg (1 mg = 1 : 1000) dilarutka dalam 500 cc NaCl 0,9 %, dosis dewasa 1 μg/mnt dititrasi sampai menimbulkan reaksi hemodinamik, dosis dapat mencapai 2-10 μg/mnt
      • Pemberian dimaksud untuk merangsang reseptor α adrenergic dan meningkatkan aliran darah ke otak dan jantung
      2. Lidokain (lignocaine, xylocaine)
      • Pemberian ini dimaksud untuk mengatasi gangguan irama antara lain VF, VT, Ventrikel Ekstra Sistol yang multipel, multifokal, konsekutif/salvo dan R on T
      • Dosis 1 – 1,5 mg/kg BB bolus i.v dapat diulang dalam 3 – 5 menit sampai dosis total 3 mg/kg BB dalam 1 jam pertama kemudian dosis drip 2-4 mg/menit sampai 24 jam dapat diberikan intratrakeal atau transtrakeal dengan dosis 2–2,5 kali dosis intra vena
      • Kontra indikasi : alergi, AV blok derajat 2 dan 3, sinus arrest dan irama idioventrikuler
      3. Sulfas Atropin
      • Merupakan antikolinergik, bekerja menurunkan tonus vagal dan memperbaiki sistim konduksi AtrioVentrikuler
      • Indikasi : asistole atau PEA lambat (kelas II B), bradikardi (kelas II A) selain AV blok derajat II tipe 2 atau derajat III (hati-hati pemberian atropine pada bradikardi dengan iskemi atau infark miokard), keracunan organopospat (atropinisasi)
      • Kontra indikasi : bradikardi dengan irama EKG AV blok derajat II tipe 2 atau derajat III.
      • Dosis 1 mg IV bolus dapat diulang dalam 3-5 menit sampai dosis total 0,03-0,04 mg/kg BB, untuk bradikardi 0,5 mg IV bolus setiap 3-5 menit maksimal 3 mg. dapat diberikan intratrakeal atau transtrakeal dengan dosis 2–2,5 kali dosis intra vena diencerkan menjadi 10 cc
      4. Dopamin
      • Untuk merangsang efek alfa dan beta adrenergic agar kontraktilitas miokard, curah jantung (cardiac output) dan tekanan darah meningkat
      • Dosis 2-10 μg/kgBB/menit dalam drip infuse. Atau untuk memudahkan 2 ampul dopamine dimasukkan ke 500 cc D5% drip 30 tetes mikro/menit untuk orang dewasa
      5. Magnesium Sulfat
      • Direkomendasikan untuk pengobatan Torsades de pointes pada ventrikel takikardi, keracunan digitalis.Bisa juga untuk mengatasi preeklamsia
      • Dosis untuk Torsades de pointes 1-2 gr dilarutkan dengan dektrose 5% diberikan selama 5-60 menit. Drip 0,5-1 gr/jam iv selama 24 jam
      6. Morfin
      •  Sebagai analgetik kuat, dapat digunakan untuk edema paru setelah cardiac arrest.
      • Dosis 2-5 mg dapat diulang 5 – 30 menit
      7. Kortikosteroid
      • Digunakan untuk perbaikan paru yang disebabkan gangguan inhalasi dan untuk mengurangi edema cerebri
      8. Natrium bikarbonat (Nabic)
      • Diberikan untuk dugaan hiperkalemia (kelas I), setelah sirkulasi spontan yang timbul pada henti jantung lama (kelas II B), asidosis metabolik karena hipoksia (kelas III) dan overdosis antidepresi trisiklik.
      • Dosis 1 meq/kg BB bolus dapat diulang dosis setengahnya.
      • Jangan diberikan rutin pada pasien henti jantung.
      9. Kalsium gluconat/Kalsium klorida
      •  Digunakan untuk perbaikan kontraksi otot jantung, stabilisasi membran sel otot jantung terhadap depolarisasi. Juga digunakan untuk mencegah transfusi masif atau efek transfusi akibat darah donor yang disimpan lama
      • Diberikan secara pelahan-lahan IV selama 10-20 menit atau dengan menggunakan drip
      • Dosis 4-8 mg/Kg BB untuk kalsium glukonat dan 2-4 mg/Kg BB untuk Kalsium klorida. Dalam tranfusi, setiap 4 kantong darah yang masuk diberikan 1 ampul Kalsium gluconat
      10. Furosemide
      • Digunakan untuk mengurangi edema paru dan edema otak
      • Efek samping yang dapat terjadi karena diuresis yang berlebih adalah hipotensi, dehidrasi dan hipokalemia
      • Dosis 20 – 40 mg intra vena
      11. Diazepam
      • Digunakan untuk mengatasi kejang-kejang, eklamsia, gaduh gelisah dan tetanus
      • Efek samping dapat menyebabkan depresi pernafasan
      • Dosis dewasa 1 amp (10 mg) intra vena dapat diulangi setiap 15 menit.

      Sumber Referensi : http://dokter-medis.blogspot.com, http://www.google.com/image
       
       
       
      Read More..

      Tindakan Pemasangan ETT (Endo Tracheal Tube) / Intubasi

      Tindakan Pemasangan ETT (Endo Tracheal Tube) / Intubasi



       Intubasi / Pemasangan ETT  


      A. PENGERTIAN

      Pemasangan Endotracheal Tube (ETT) atau Intubasi  adalah memasukkan pipa jalan nafas buatan kedalam trachea melalui mulut.

      Tindakan Intubasi baru dapat di lakukan bila :
      • Cara lain untuk membebaskan jalan nafas (airway) gagal,
      • Perlu memberikan nafas buatan dalam jangka panjang,
      • Ada resiko besar terjadi aspirasi ke paru.

      B. TUJUAN

      1. Membebaskan jalan nafas
      2. Untuk pemberian pernafasan mekanis (dengan ventilator).

      C. PERSIAPAN ALAT YANG DI GUNAKAN

      1. Laryngoscope




       Laringoskop




       Laringoskop Berbagai Ukuran



      2. Endotracheal tube (ETT) sesuai ukuran (Pria : no.  7,7.5, 8 ) (Wanita no. 6.5, 7)




      Selang ETT dengan Berbagai Ukuran



      3. Mandrin 

      4. Xylocain jelly

      5. Sarung tangan steril

      6. Xylocain spray

      7. Spuit 10 cc

      8. Orofaringeal tube (Guedel)

      9. Stetoskop

      10.Bag Valve Mask  (Ambubag)

      11. Suction kateter

      12. Plester

      13. Gunting

      14.Masker

       

      D. PERSIAPAN TINDAKAN




      Tindakan Pemasangan ETT 



      1. Posisi pasien terlentang dengan kepala ekstensi (bila dimungkinkan pasien ditidurkan dengan obat pelumpuh otot yang sesuai )
      2. Petugas mencuci tangan
      3. Petugas memakai masker dan sarung tangan
      4. Melakukan suction
      5. Melakukan intubasi dan menyiapkan mesin pernafasan (Ventilator)
      • Buka blade pegang tangkai laryngoskop dengan tenang
      • Buka mulut pasien
      • Masukan blade pelan-pelan menyusuri dasar lidah-ujung blade sudah sampai di pangkal lidah- geser lidah pelan-pelan ke arah kiri
      • Angkat tangkai laryngoskop ke depan sehingga menyangkut ke seluruh lidah ke depan sehingga rona glotis terlihat
      • Ambil pipa ETT sesuai ukuran yang sudah di tentukan sebelumnya
      • Masukkan dari sudut mulut kanan arahkan ujung ETT menyusur ke rima glotis masuk ke cela pita suara
      • Dorong pelan sehingga seluruh balon ETT di bawah pita suara
      • Cabut stylet
      • Tiup balon ETT sesuai volumenya
      • Cek adakah suara keluar dari pipa ETT dengan Menghentak dada pasien dengan ambu bag
      • Cek ulang dengan stetoskop dan dengarkan aliran udara yang masuk lewat ETT apakah sama antara paru kanan dan kiri
        • Fiksasi ETT dengan Plester
        • Hubungkan ETT dengan konektor sumber oksigen
             6. Pernafasan yang adekuat dapat dimonitor melalui cek BGA (Blood Gas Analysis)
                 ± ½ – 1jam setelah intubasi selesai
             7. Mencuci tangan sesudah melakukan intubasi
             8. Catat respon pernafasan pasien pada mesin ventilator



        Video di atas adalah proses Intubasi Endo Tracheal Tube (ETT)


        Read More..

        Mematikan Tombol Ctrl U, Ctrl A, Ctrl C, dan Disable Klik Kanan di Blog

        Mematikan Tombol Ctrl U, Ctrl A, Ctrl C, 

        dan Disable Klik Kanan di Blog




        Selamat pagi sobat semua. pagi ini saya mau bagi article cara disable Tombol Ctrl U, Ctrl A, Ctrl C, dan Disable Klik Kanan di Blog. Ini merupakan cara yang sangat jitu untuk menjaga posting blog dari Orang yang suka Copy-Paste Artikel lalu memposting kembali di blog yang mereka miliki.

        Cara Penggunaanya di blog :
        1. Login ke blog [ Klik ] Dasbor
        2. Pergi ke Template - Edit HTML
        3. Cari code <body> ( tekan Ctrl + F untuk mempermudah pencarian )
        4. Ganti code tadi dengan :

        <body oncontextmenu='return false;' onkeydown='return false;' onmousedown='return false;'>

        5. Save Template.

        Penjelasan :
          • Onkeydown='return false;' [ Fungsi : untuk mematikan fungsi CTRL+A dan CTRL+U pada keyboard ]
          • Oncontextmenu='return false;' [ Fungsi : untuk mematikan fungsi klik kanan pada mous ]
          • Onmousedown='return false;' [ Fungsi : untuk mematikan block select pada text ]
          • 'return false;' [ Fungsi : untuk mengaktifkan script yang digunakan)

            Contoh :

            Jika hanya ingin mematikan fungsi klik kanan pada blog, script yang dimasukan hanya :

            <body oncontextmenu='return false;'&gt

            Dan Jika ingin mematikan fungsi Ctrl + A dan Ctrl + U, script yang dimasukan hanya :

            <body onkeydown='return false;'>


            Mudah toh sobat :)


            Read More..
            Next Prev home

            Popular Posts